Mengatasi Modem CDMA yang tidak Terbaca di Windows

Sering kali saya mengalami untuk modem CDMA seperti Flexy, SmartFren tidak terdetect di operating sistem Windows. Maksud saya biasanya untuk pemasangan pertama modem jenis ini biasanya akan muncul sebuah CD-ROM baru yang didalamnya terdapat file driver modem ini, tetapi kadang muncul sesaat tapi kemudian langsung hilang. Entah apa penyebabnya saya tidak mengerti.

Pernah juga ada teman yang bertanya ke saya untuk pemecahannya, tapi saya tidak bisa menjawab dan akhirnya dia memformat windowsnya dan kemudian menginstal ulang. Walhasil ….. modem ini bisa dibaca oleh windows.

Tadi siang ada temanpun yang mengalami hal yang sama, tetapi dia keberatan apabila OS harus diinstal ulang.

Tanya mas google pun kesulitan ….. akhirnya ada teman (seorang guru fisika) yang menularkan pengetahuannya ke saya. Ternyata tanpa diinstal ulangpun juga bisa.

Caranya bagaimana teman ?

Ternyata kita harus masuk ke “safe mode” terlebih dahulu, dengan cara setelah kita restart komputer dan komputer melakukan booting tekan F8 berulang kali sampai muncul tampilan dimana kita dapat memilih cara kita untuk masuk ke OS. Nah arahkan panah ke “safe mode” dan tekan enter.

Setelah komputer masuk ke OS tancapkan modem ke USB, nah ternyata jika kita buka Windows Explorer maka akan muncul sebuah CD-ROM baru yang berisikan driver dari modem. Jalankan file Setup.exe.

Jalankan langkah-langkahnya sampai proses instalasi selesai. Biasanya dalam safe mode modem tidak akan terbaca sehingga kita masih belum bisa akses internet.

Tenang ….. restart komputer, tunggu loadingnya seperti biasa dan walhasil di desktop akan muncul sebuah icon baru pada modem kita. Klik 2x dan lakukan proses dial-up dengan cara klik tombol “conect” atau mungkin tombol lainnya yang nantinya akan menghubungkan Anda (tergantung dari settingan modem).

Nah buka browser kesayangan Anda dan silahkan Internetan sepuasnya !

Semoga membantu !

Obat Kuat Alami

Sebenarnya saya pingin bagi pengalaman yang ini kawan. Tetapi yang menularkan pengetahuan ini ke saya agak keberatan.

Kata beliau, mending saya disuruh membuatkan saja daripada memberi tahu bahan-bahannya.

Tapi saya bocori dikit kawan (masalahnya hanya bahan ini yang diperbolehkan untuk diketahui), bahan baku pokoknya adalah madu.

Madu tersebut nantinya harus dicampur dengan bahan lainnya (nah ini yang tidak diperbolehkan untuk diketahui)

Bahannya sangat mudah diperoleh, di pinggir jalan saja sangat sering saya jumpai mereka tumbuh liar.

Hanya saja karena ini alami, efeknya tidak bisa “langsung” kawan. Lambat tapi pasti ! dan yang sudah saya buktikan memang benar-benar llllaaaammmmaaaa !

Tunggu aja kabar berikutnya dari blog ini, siapa tahu yang punya pengetahuan sebelum saya ini akan mengikhlaskan ilmunya.

Semoga penasaran !

Obat Flu Batuk Pilek Alami

Cerita dari penemuan obat ini berawal ketika saya sedang flu berat, saya memang sangat gampang sekali untuk terkena penyakit ini.
Ketika sedang flu ditambah rasa panas di tenggorokan karena batuk, niat hati ingin membuat minuman yang membuat lega dan menunggu kantuk yang sangat sehingga saya bisa tertidur. Kalau ngantuk sih sudah …. tapi karena hidung mampet membuat saya sulit memejamkan mata.
Ada dua pilihan waktu itu, membuat teh atau kopi. Dan ternyata dua pilihan itu tidak terlaksana, karena diantara bumbu-bumbu dapur saya melihat sepotong jahe.
Ya …. JAHE, saya jatuhkan pilihan saya ke jahe. Segera saya bersihkan, kemudian dipotong-potong dan dimasukkan ke air mendidih yang sudah saya beri gula. Saya sedang buat “Wedang Jahe”.
Malam hari, duduk di teras rumah sambil ditemani wedang jahe …. asik sekali.
Tapi saya merasakan sesuatu yang lain, tenggorokan saya lebih lega, juga daerah perut dan dada lebih hangat. Subhanallah, dan ingus saya pun seperti menggumpal, nafas lega akhirnya rasa kantukpun langsung menyergap mata saya.
Akhirnya karena pengalaman malam itu hampir tiap malam saya membuat wedang jahe. Ada efek besar yang berpengaruh terhadap kesehatan saya, dulu saya alergi debu maupun hawa dingin, jadi ketika terkena dua hal itu pasti saya bersin bisa sampai 2 jam. Tapi sekarang sudah tidak lagi.
Dan penyakit flu, pilek maupun batuk yang sering hinggap di badan saya sekarang sudah tidak lagi. Kalaupun ada itu hanya dalam skala ringan, tidak sampai mengganggu tidur saya.
JAHE, sungguh obat yang alami dan enak.
Semoga bermanfaat !

Driver VGA SIS Mirage 3 di Ubuntu

Beberapa hari yang lalu saya coba Ubuntu 9.10 Karmic Koala di “Laptop Murah” tapi “Ngrejekeni” punya saya yang merupakan hasil tabungan bertahun-tahun dengan merk “BYON M31W S/S”.

Ternyata setelah saya install, saya menemukan satu kekurangan dari laptop type ini dengan Ubuntu, yaitu “VGA yang tidak terdeteksi” sehingga saya harus puas menikmati ubuntu dengan resolusi 800×600. Oh ya ! type VGA kalau saya lihat di kardus laptop yang saya simpan rapi tersebut adalah SIS Mirage 3+. Nggak tahu kenapa untuk type SIS selalu nggak kebaca drivernya ma linux, pa karena script drivernya yang ketutup atau apalah saya gak tahu karena saya bukan orang yang ahli di dunia TI.

Wah …. payah, membuat kadar cinta saya terhadap laptop kesayangan berkurang.

Tetapi sekarang, setelah saya tanya om google sana-sini, akhirnya saya menemukan driver VGA untuk laptop kesayangan sehingga cinta saya ke laptop BYON bersinar lagi.

Tinggal DOWNLOAD …. INSTALL …. RESTART.

Nah itu tadi basa-basinya, bingung dimana mo downloadnya ya ? sabar …. karena saya mencarinya juga baca-baca trus pilah-pilah dan coba-coba sampai saya menemukan drivernya meskipun harus berbekal kamus Bahasa Inggris.

Oke …. DOWNLOAD aja disini

INSTALL nya gak bingung khan ? cuma klik 2x, trus nanti tinggal masukkan password root nya.

RESTART nya juga bisa khan ?

Nah setelah itu saya bisa menikmati Ubuntu 9.10 di BYON M31W S/S kesayangan …… SELAMAT MENCOBA !!!!

Semoga Berguna !

Soal Ulangan Kelas XII

Urutan jawaban tidak jadi masalah, asal selesai satu kasus …. langsung lapor ke guru.

Soal 1 (Ganti jas warna tertentu, tergantung yang diminta oleh pengawas)

Soal 2 (Ganti latar belakang/background dengan file gambar pemandangan)

Soal 3 (Beri tulisan pada sebuah gambar dan jangan sampai ketinggalan …. kasih blending option)

Soal 4 (Buat persis dengan hasil sesudah diedit)

Hasil tentu saja tidak perlu sempurna-sempurna amat (karena pemula) tetapi yang lebih dipentingkan adalah kalian “bisa mengerjakan” …. dan apabila didapatkan hasil yang sempurna/mendekati sempurna tentu saja nilai akan lebih sempurna

Jadi satu kayuh dua pulau terlampaui ….. bisa photoshop, bisa juga download gambar di blog.

Gut Lak !!!

PGRI Jatim Demo Bupati Banyuwangi, Bagaimana nasib GTT ?

Delapan tuntutan PGRI pada Bupati Banyuwangi tanggal 7 Oktober 2009 :

  1. Mendesak agar Bupati segera merealisasikan uang makan bagi PNS Daerah sebesar Rp 10 ribu per hari.
  2. Mendesak pemkab mengembalikan keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pendidikan TK/SD di masing-masing kecamatan.
  3. PGRI juga menuntut pengangkatan guru bantu menjadi CPNS paling lambat tahun 2009.
  4. PGRI juga menuntut Bupati agar segera merealisasikan dana insentif guru TK – SMA untuk tahun 2009. Karena sudah delapan bulan, dana insentif itu belum direalisasikan.
  5. Mendesak kelancaran realisasi dana operasional sekolah per triwulan.
  6. PGRI meminta Bupati meninjau kembali kebijakan tentang ujian kemampuan komputer dan bahasa Inggris sebagai persyaratan kenaikan pangkat PNS.
  7. Mendesak agar diberikan payung hukum kepada GTT/PTT.
  8. Menuntut pencabutan SK bagi PNS guru yang dianggap melakukan pelanggaran karena mengikuti unjuk rasa.

Tuntutan demo tanggal 4 November 2009 :

  1. Menuntut pencabutan SK bagi PNS guru yang dianggap melakukan pelanggaran karena mengikuti unjuk rasa.
  2. Mendesak agar Bupati segera merealisasikan uang makan bagi PNS Daerah sebesar Rp 10 ribu per hari.
  3. Mendesak pemkab mengembalikan keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pendidikan TK/SD di masing-masing kecamatan.
  4. PGRI juga menuntut Bupati agar segera merealisasikan dana insentif guru TK – SMA untuk tahun 2009. Karena sudah delapan bulan, dana insentif itu belum direalisasikan.
  5. Mendesak kelancaran realisasi dana operasional sekolah per triwulan.
  6. PGRI meminta Bupati meninjau kembali kebijakan tentang ujian kemampuan komputer dan bahasa Inggris sebagai persyaratan kenaikan pangkat PNS.
  7. PGRI juga menuntut pengangkatan guru bantu menjadi CPNS paling lambat tahun 2009.

Ada satu perbedaan antara dua tuntutan tersebut, yaitu hilangnya tuntutan untuk memberikan payung hukum kepada GTT/PTT.

Saya masih ingat ketika ikut dalam demo tanggal 7 Oktober 2009, disitu sangat ditekankan oleh sang orator bahwa PGRI bukan hanya milik Guru PNS, tetapi juga milik Guru Bantu, dan Guru Tidak Tetap. Meskipun dalam hati saya meragukan hal itu bahkan saya tertawa kecil ketika mendengar hal itu terucap dari sang orator yang notabene adalah seorang yang mempunyai kedudukan sangat penting di PGRI.

Tetapi setelah melihat tuntutan untuk aksi demo tanggal 4 November 2009, ternyata keraguan saya akan orasi dari sang orator waktu itu amat sangat terbukti. Bisa dilihat pada point-point tuntutan diatas ada satu tuntutan yang dihilangkan yaitu masalah payung hukum kepada GTT/PTT.

Terlepas dari tuntutan tersebut dikabulkan atau tidak (bagi saya pribadi sih tuntutan ini tidak mungkin akan dilaksanakan di Banyuwangi) tetapi ada itikat baik dari PGRI untuk menyuarakan suara GTT (Guru Tidak Tetap) yang juga sebagai anggota dari PGRI sangat melegakan hati bagi kami.

Alasan dari pengurus PGRI yang saya tanyakan waktu itu “kenapa tiba-tiba salah satu tuntutan yang sangat mewakili diri saya dihilangkan” ternyata jawab beliau “karena masih banyak Guru Bantu yang belum diangkat PNS di Banyuwangi sehingga nasib GTT/PTT harus ditunda dulu”. Saya sadar tidak akan diberikannya payung hukum bagi GTT/PTT, tetapi bagaimanapun juga GTT juga anggota PGRI, sudah selayaknya nasibnya menjadi perhatian dari PGRI.

Ketika mendengar jawaban dari salah satu pengurus PGRI andaikan ada ketua PGRI ataupun para petinggi PGRI pasti saya akan langsung menyatakan “mengundurkan diri” dari keanggotaan PGRI meskipun sebenarnya saya termasuk anggota yang tidak berpengaruh sama sekali di PGRI.

Saya sangat kecewa terhadap PGRI yang tidak sebagus nama (sebagai wadah persatuan guru seluruh Indonesia yang seharusnya tidak menstratakan guru) dan orasinya !

Untuk para GTT (Guru Tingkat Terendah) dan PTT (Pegawai Tingkat Terendah) …. Kita memang “Oemar Bakrie” banget ! dan ingat kita adalah GTT (Guru Tingkat Tertinggi) dan PTT (Pegawai Tingkat Tertinggi) di mata orang yang dekat dengan Tuhan …. AMIN

Mohon bimbingan bagi saya, GTT yang ingin ikut Sertifikasi Guru

Setelah saya membaca Persyaratan Peserta Sertifikasi Guru” di situs http://www.sertifikasiguru.org/isi.php?id=20 (kalau malas klik link tersebut bisa Anda lihat dibawah) disebutkan bahwa GTT (Guru Tidak Tetap) di sekolah negeri pun diperkenankan untuk mengikuti sertifikasi (mohon diperhatikan tulisan dibawah yang dipertebal). Sedangkan saya GTT dari …… (mohon ma’af saya sensor) ini terkesan sangat dinajiskan untuk mengikuti ini.

Yang ingin saya tanyakan kepada para pembaca yang sudi membaca tulisan saya ini ada 2 hal.

  1. Apakah GTT dari daerah lain juga mengalami diskriminasi seperti di daerah saya ?
  2. Di tulisan yang saya tebali tersebut juga memberikan prasyarat “SK dari dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota” sedangkan di daerah saya hal-hal tersebut saya belum sekalipun saya pernah melihatnya (apa saya yang blo’on dan kuper ya ?), nah bagi teman-teman GTT yang memilikinya atau siapa saja yang dapat membantu, mohon dengan ikhlas membagi ilmunya bagaimana cara untuk mendapatkan SK tersebut mengingat saya hanya memiliki SK Kepala Sekolah, demikian juga teman-teman GTT yang lain di tempat saya mengabdi.

Berikut saya cantumkan isi dari berita yang saya baca :

Persyaratan peserta

  1. Persyaratan Umum
    1. Guru yang masih aktif mengajar di sekolah di bawah binaan Departemen Pendidikan Nasional yaitu guru yang mengajar di sekolah umum, kecuali guru Agama. Sertifikasi guru bagi guru Agama (termasuk guru Agama yang memiliki NIP 13) dan semua guru yang mengajar di Madrasah (termasuk guru bidang studi umum yang memiliki NIP 13) diselenggarakan oleh Departemen Agama dengan kuota dan aturan penetapan peserta dari Departemen Agama. Sesuai Surat Edaran Bersama Direktur Jenderal PMPTK dan Sekretaris Jenderal Departemen Agama Nomor SJ/Dj.I/Kp.02/1569/2007, Nomor 4823/F/SE/2007 Tahun 2007.
    2. Guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan formal yang belum memiliki sertifikat pendidik. Pengawas satuan pendidikan yang dapat mengikuti sertifikasi guru adalah pengawas yang diangkat sebelum berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru, 1 Desember 2008 (PP No 74/2008 Pasal 67).
    3. Guru bukan PNS harus memiliki SK sebagai guru tetap dari penyelenggara pendidikan, sedangkan guru bukan PNS pada sekolah negeri harus memiliki SK dari dinas pendidikan provinsi/ kabupaten/kota.
    4. Belum memasuki usia 60 tahun.
    5. Memiliki atau dalam proses pengajuan nomor unik pendidik dan tenaga kependidikan (NUPTK).
  2. Persyaratan Khusus untuk Uji Kompetensi melalui Penilaian Portofolio
    1. Memiliki kualifikasi akademik sarjana (S-1) atau diploma empat (D-IV) dari program studi yang memiliki izin penyelenggaraan
    2. Memiliki masa kerja sebagai guru (PNS atau bukan PNS) minimal 4 tahun pada suatu satuan pendidikan dan pada saat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen terbit yang bersangkutan sudah menjadi guru. (Contoh perhitungan masa kerja lihat urutan prioritas penetapan peserta)
    3. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang belum memiliki kualifikasi akademik S-1/D-IV apabila sudah:
      1. mencapai usia 50 tahun dan mempunyai pengalaman kerja 20 tahun sebagai guru, atau
      2. mempunyai golongan IV/a atau memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/a.
  3. Persyaratan Khusus untuk Guru yang diberi Sertifikat secara Langsung
    1. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki kualifikasi akademik magister (S-2) atau doktor (S-3) dari perguruan tinggi terakreditasi dalam bidang kependidikan atau bidang studi yang relevan dengan mata pelajaran atau rumpun mata pelajaran yang diampunya, atau guru kelas dan guru bimbingan dan konseling atau konselor, dengan golongan sekurang-kurangnya IV/b atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/b.
    2. Guru dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas satuan pendidikan yang memiliki golongan serendah-rendahnya IV/c atau yang memenuhi angka kredit kumulatif setara dengan golongan IV/c.